Beasiswa Monbukagakusho (ASJA-IND) 2021 ~ kok bisa ????
おはよう。。。げんき?
Karena belum dapet mood yang pas buat lanjutin tesis, aku share cerita aja deh hihi
mari mulai dari menjawab pertanyaan "kok bisa?"
Siang itu, di bulan Juni 2020...
aku dapet telfon dari salah satu dosen yang aku kenal sangat baik karena banyak membantuku semasa S1 dulu, si paling semangat kalo liat mahasiswa mau berusaha cari beasiswa itu tiba-tiba tanya:
"Ivana, apa masih minat kalau ada beasiswa magister ke Jepang dengan syarat kamu jadi dosen setelahnya?"
pertanyaan yang selalu berulang sejak 2017 hingga 2020 saat itu, dan jawaban ku tidak pernah berubah, "Siap Pak!"
Padahal saat itu, aku sedang menjadi mahasiswi Pascasarjana semester dua di Jakarta, namun entah kenapa aku gak pernah bisa jawab dengan kalimat lain. Selalu teringat dengan kebaikan dan kemudahan yang Tuhan berikan, selalu merasa diuji setiap diberikan kenikmatan dan cobaan. Aku sudah terbiasa gagal, sudah terbiasa dihubungi lalu ditinggal tanpa ada kabar wkwkwk
Jadi, ahh kalau saat itu lagi-lagi aku ditinggal setelah diberi kabar, yaa sudah tinggal aku siapkan untuk menghadapi rasa sakitnya hahahaha
Qadarullah, Tuhan seakan bilang "kali ini benar kesempatan mu, ayo buktikan kamu sungguh-sungguh dengan tujuan dan keinginanmu" saat itu, semuanya menjadi serius.
Beasiswa yang aku dapatkan ini adalah beasiswa MEXT atau Monbukagakusho Research student G to G melalui rekomendasi ASCOJA atau ASEAN Council Japan Alumni di Indonesia (PERSADA).
Jadi, proses awalnya aja yang agak beda karena awardee dari beasiswa yang aku maksud nantinya akan menjadi bagian dari anggota ASCOJA-ASJA sehingga sebelum proses seleksi beasiswa seperti pada alur di website Beasiswa MEXT, kandidat akan melalui seleksi dokumen dan interview oleh ASCOJA Indonesia atau PERSADA..
eh, tapi ini karena ada beberapa kualifikasi khusus juga ya hehe salah satunya karena aku alumni Universitas dibawah naungan PERSADA (searching yaa, kuliah disitu juga boleh hehe) yang nantinya akan menjadi Dosen disana (kalo mau nyambung, baca blog ku part MAHA BAIK yaa)
Mungkin proses kualifikasinya mirip Beasiswa MEXT U to U, cuma setelah segala proses seleksi melalui ASCOJA, proses seleksi dilanjutkan persis dengan proses yang tertera pada website Beasiswa MEXT. Persayaratan administrasinya ? sama banget!!!
Hal yang harus disiapkan sejak awal adalah mental yang kuat, usaha yang cukup, doa yang banyak, serta restu keluarga. hehe (Penting!!!!!) Banyak kesempatan terbuka lebar, kemampuan terbatas bukan alasan, karena manusia ya memang harus selalu belajar, ada beberapa hal berharga yang aku pelajari selama proses beasiswa ini (satu tahun!!):
- Do some research! gatau ini kategori ambis atau gak sih, tapi aku adalah manusia yang selalu melakukan riset kecil terutama untuk hal-hal yang ingin aku capai. Aku suka banget random searching blog orang-orang yang menceritakan prosesnya sampai mendapat beasiswa MEXT, aku pelajari semangatnya, motivasinya, segala persiapan serta prosesnya, bahkan sampai merasakan kebahagiaan saat mereka menuliskan cerita tentang kelulusan mereka (sambil berdoa "Tuhan, izinkan aku rasakan kebahagiaan seperti ini kelak, kuatkan langkahku, mudahkan usahaku") Note: Ucapan adalah doa.
- Mempersiapkan diri, karena menurutku mendapatkan beasiswa adalah sebuah tanggung jawab yang sangat besar, bukan hanya perjanjianmu dengan pemberi beasiswa, melainkan dengan janjimu dengan Tuhan untuk bertanggung jawab atas doa mu yang Ia kabulkan. Bahasa Asing mu kurang? Belajar. Penelitian mu belum ada? pikirkan, rencanakan. Jangan sampai keterbatasan mu yang kamu pikirkan itu hanya alasanmu untuk mencari pembenaran atas keterbatasan mu.
- Rajin cek website kedutaan mengenai informasi beasiswa tersebut, segala alur proses hingga persyaratan yang dibutuhkan.
- Mantapkan diri, atas bidang apa yang kamu kuasai untuk lebih fokus membuat penelitian, menentukan Universitas hingga mencari Professor.
-Usahakan. Saat ada kesempatan, meski dengan sedikit persiapan, coba, coba hingga kamu puas bahwa kamu telah mencobanya.
Sedikit pergerakan itu lebih baik daripada diam dengan penyesalan, ketika kamu diam, dunia pun tidak akan berhenti berputar kan?
- Serahin ke Tuhan! (it means a lot) hehe
Aku juga akan berbagi pengalaman mengenai proses yang aku jalani saat seleksi beasiswa ini, tunggu ya! 😁
Comments
Post a Comment